Media pembelajaran Berbasis Komik

media pembelajaran komik effmedia pgsd ums

Dalam etimologi Bahasa Indonesia, komik berasal dari kata “comic” yang kurang lebih secara semantik berarti “lucu”, “lelucon” atau kata kōmikos dari kōmos ‘revel’ bahasa Yunani yang muncul sekitar abad ke-16. Pada awalnya komik memang ditujukan untuk membuat gambar-gambar yang menceritakan secara semiotics (simbolis) maupun secara hermeneutics (tafsiran) tentang hal-hal lucu. Seiring dengan perkembangannya, komik yang tadinya khusus untuk lelucon dan cenderung untuk segmentasi anak-anak, mulai bertransformasi menjadi bacaan segmentasi remaja dan dewasa.

Menurut Gumelar (2011) komik adalah urutan-urutan gambar yang ditata sesuai tujuan dan filosofi pembuatnya hingga pesan cerita tersampaikan. Komik cenderung diberi lettering yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan. Karena pembuatan komik disesuaikan dengan kebutuhan, maka komik dapat digunakan dalam pendidikan yaitu sebagai sebuah media pembelajaran.

Daryanto (2010) menjelaskan kelebihan komik sebagai media pembelajaran, yaitu:

  1. Kemampuan membaca dan penguasaan kata pembaca lebih banyak
  2. Meningkatkan minat siswa
  3. meningkatkan prestasi belajar

Penulis: Risali Muftazani

Referensi:

Daryanto. 2010. Media Pembelajaran. Bandung: Satu Nusa

Gumelar, M.S. 2011. Comic Making. Jakarta: PT Indeks

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s