Strategi Pembelajaran

pgsd ums mengajar

Istilah strategi berasal dari Yunani strategia yang berarti ilmu perang atau panglima perang. Istilah strategi pada awalnya digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan (Majid, 2013:3). Saat ini istilah strategi sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang kegiatan yang bertujuan memperoleh kesuksesan atau

keberhasilan dalam mencapai tujuan. Istilah strategi pun sekarang juga dipakai dalam bidang pendidikan. Strategi digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang efektif yang dikenal dengan nama strategi pembelajaran. Berikut ini beberapa pengertian strategi pembelajaran menurut para ahli:

1)      Majid (2013:8) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran.

2)      Menurut Syaiful Bahri (Surtikanti dan Joko, 2008:28) strategi pembelajaran diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan siswa dalam perwujudan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

3)      Kamulyan dan Risminawati (2012:5) menjelaskan bahwa yang dimaksud strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan siswa, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, beberapa hal yang menjadi fokus dalam strategi pembelajaran yaitu rencana, kegiatan, pengorganisasian/pemanfaatan, dan tujuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran adalah suatu rencana rangkaian kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan segala sumber dan media yang ada untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan.

Komponen strategi pembelajaran

Suatu strategi pembelajaran harus memiliki unsur-unsur atau komponen penyusunnya. Apabila unsur yang dimaksud tidak ada maka strategi pembelajaran yang digunakan tidak dapat bekerja secara optimal. Surtikanti dan Joko Santoso (2008:32-38) menjelaskan beberapa komponen dalam strategi pembelajaran, yaitu:

1)      Tujuan

Tujuan yang dimaksud di sini adalah tujuan pembelajaran yang merupakan komponen strategi pembelajaran terpenting, karena jenis strategi apa pun yang dikembangkan berfungsi untuk memberi kemudahan peserta didik dalam mencapai kompetensi

2)      Guru

Guru merupakan faktor yang menentukan pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran.

3)      Peserta didik

Peserta didik merupakan subyek belajar yang digunakan sebagai pusat segala kegiatan pembelajaran.

4)      Materi

Sebagai salah satu komponen strategi pembelajaran, materi harus dipahami dari segi jenisnya yaitu konsep, prinsip, fakta, proses, nilai dan keterampilan.

5)      Media

Media pendidikan berguna sebagai alat bantu belajar bagi siswa dan memberikan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi siswa.

6)      Lingkungan

Salah satu aspek yang perlu diperhatikanpada saat seorang guru memilih strategi pembelajaran, harus diikuti dengan penyediaan lingkungan pendukung.

Selain komponen di atas masih terdapat beberapa komponen strategi pembelajaran yang lain. Kamulyan dan Risminawati (2012:5) menyebutkan empat komponen utama strategi pembelajaran yaitu urutan kegiatan pembelajaran, metode, media, dan waktu.

Jenis-jenis strategi pembelajaran

Strategi pembelajaran dikembangkan atau diturunkan dari model pembelajaran. Dalam strategi pembelajaran meliputi rencana, metode, dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu (Majid, 2013:9). Di dunia pendidikan, terdapat berbagai model pembelajaran dan strategi pembelajaran. Berikut ini beberapa jenis strategi pembelajaran menurut Surtikanti dan Joko (2008:49-72), yaitu:

1)      Strategi pembelajaran ekspositori

Dalam strategi pembelajaran ekspositori kegiatan pembelajaran berpusat pada guru dimana guru hanya sekedar menyampaikan informasi kepada siswa. Strategi ini merupakan strategi yang dipakai dalam pembelajaran konvensional. Metode yang dekat dengan strategi ekspositori yaitu metode ceramah dan demonstrasi.

2)      Strategi pembelajaran heuristik

Dalam strategi pembelajaran heuristik, guru hanya mengarahkan siswa pada sebuah data atau informasi kepada siswa dan siswa sendiri yang membuat kesimpulan terhadap informasi tersebut. Jika kesimpulan tepat maka tujuan telah tercapai, jika kesimpulan belum tepat guru memberikan tambahan informasi.

3)      Strategi pembelajaran kooperatif

Cooperative learning merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih. Keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri.

4)      Strategi pembelajaran konstekstual

Strategi pembelajaran konstekstual merupakan sebuah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Selain itu juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

5)      Strategi pembelajaran aktif

Strategi pembelajaran aktif merupakan suatu pendekatan dalam pengelolaan sistem pembelajaran melalui cara belajar yang aktif menuju ke arah belajar mandiri. Dalam pembelajaran aktif mensyaratkan adanya umpan balik terus menerus dari guru kepada siswa secara obyektif sehingga tercipta pembelajaran yang bersifat student centered.

Pemilihan strategi pembelajaran

Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat akan menciptakan keberhasilan proses pembelajaran. Sebelum menyampaikan materi pembelajaran, seorang guru dihadapkan untuk memilih strategi dan metode pembelajaran yang tepat. Beberapa prinsip mesti dilakukan oleh guru dalam memilih strategi pembelajaran yang tepat dan akurat. Majid (2013:108) menjelaskan bahwa dalam memilih strategi pembelajaran, guru harus mengacu pada kriteria sebagai berikut:

1)      Kesesuaian antara strategi pembelajaran dengan tujuan atau kompetensi

2)      Kesesuaian strategi pembelajaran dengan jenis pengetahuan yang akan disampaikan

3)      Kesesuaian strategi pembelajaran dengan sasaran (kemampuan awal, karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang dan status sosial, karakteristik yang berhubungan dengan perbedaan kepribadian)

4)      Biaya

5)      Kemampuan strategi pembelajaran (kelompok atau individu)

6)      Karakteristik strategi pembelajaran (kelebihan maupun kelemahan)

7)       Waktu dan sarana penunjang

.

Ditulis Oleh: Risali Muftazani

Sumber:

Kamulyan, Mulyadi Sri dan Risminawati. 2012. Model-model Pembelajaran Inovatif di Sekolah Dasar. Surakarta: PGSD FKIP UMS

Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya

Surtikanti dan Joko Santoso. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Surakarta: BP FKIP UMS

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s